Akademi Blockchain
untuk Asia Tenggara

IBF Net memiliki tujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia untuk bisnis dan ekonomi berbasis blockchain di wilayah Nusantara yang mencakup Indonesia (dengan populasi 267 juta) dan Malaysia (dengan populasi 33 juta). Kedua negara tersebut telah memulai transformasi ekonomi berbasis teknologi. Hal ini tentu membutuhkan sumber daya manusia yang siap dan berpengalaman dalam teknologi baru, seperti cloud computing dan blockchain, big data dan ilmu analitik, IoT dan lainnya.

Wilayah Nusantara dikenal dengan orang-orang kreatif dan perusahaan rintisannya. Indonesia secara konsisten menduduki peringkat tinggi sebagai negara dengan jumlah start-up yang besar. Berdasarkan hasil studi 2018 menunjukkan, Indonesia berada di peringkat ke-6 setelah AS, India, Inggris, Kanada dan Jerman, di atas Prancis, Australia, Spanyol, dan Brasil dengan 1944 start-up dalam daftar TOP TEN negara dengan jumlah start-up tertinggi di dunia.

Dalam kemitraan

Certified in Algorand Blockchain Technology (CeABT)

Ini adalah kursus unggulan di bawah AlgoTrain Academy. Ini bertujuan untuk memberikan siswa pemahaman yang komprehensif tentang teknologi blockchain dengan fokus khusus pada protokol Algorand. Ini membiasakan siswa dengan ekosistem luas teknologi blockchain Algorand. Ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan kontrak cerdas untuk berbagai macam kebutuhan. Berfokus pada pengembangan keterampilan teknis melalui pengajaran langsung oleh instruktur berpengalaman. Di akhir pembelajaran siswa akan diminta menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka untuk membuat sebuah proyek serta melakukan analisis tekno-ekonomi proyek kehidupan nyata dari berbagai kasus penggunaan Algorand.

Untuk bergabung dengan program CeABT, Anda harus memiliki pengetahuan yang baik dalam algoritma dan struktur data dan harus memiliki pengalaman dalam mengembangkan aplikasi menggunakan Node.js, memahami desain dan pengembangan API, dan konsep basis data dasar.

Penghargaan GCSABT

Tujuan utama Akademi AlgoTrain adalah untuk menciptakan, mempertahankan, dan mengembangkan komunitas blockchain Algorand. Dengan pemikiran ini, IBF Net telah meluncurkan Penghargaan GCSABT untuk memberikan kesempatan kepada 20 pengembang perangkat lunak yang layak untuk meningkatkan kemampuan mereka dan membuat dampak dengan Algorand. 

Pendaftaran Ditutup: 31 Juli 2021
Pengumuman Penerima Penghargaan: 02 Agustus 2021
Kursus Dimulai: 09 Agustus 2021

Ini adalah kesempatan unik bagi calon penggemar blockchain. Daftar sekarang untuk memenuhi syarat untuk penghargaan ini yang memberi pemenang pembebasan biaya penuh selama enam minggu pembelajaran intensif yang dipimpin instruktur dalam format online, diakhiri dengan proyek.

Para Pakar Kami

Project AlgoTrain didukung oleh beberapa pakar ternama di bidangnya, diantaranya

Fakultas kami

Pelatihan kami ditangai oleh pelatih bereputasi Internasional

Misi dan Tujuan

Hubungi kami

Isi formulir dan kami akan menghubungi Anda kembali
Atau, connect dengan kami di Linkedin

Indonesia
#A10, Lembong Residence, Jalan Haji Jaya 1, Cilandak, South Jakarta 12430
+60 333 1 001 69
Ireland
The Black Church, St. Mary's Place, Dublin 7, Dublin, D07 P4AX
+60 333 1 001 69
Singapore
160 Robinson Road, #14-04 Singapore Business Federation Centre 068914
+60 333 1 001 69
Malaysia
Level 6, Wisma UOA II, Jalan Pinang 21, Kuala Lumpur 50450
+60 333 1 001 69

Copyright © 2021. 
IBF Net (L) Ltd.

Kami adalah bagian dari IBF Net: Jaringan Bisnis dan Keuangan Islam.

Project Algotrain aims to build a community of professionals well-versed in  blockchain and other emerging technologies in SE Asia with a sharp focus on the Algorand  protocol, train software professionals,  full-stack developers in Algorand protocol and offer short-term certification programs;  and conduct webinars, workshops on a regular basis.

Xcellence is currently under development as a use case of the Benevolence initiative and to demonstrate the use of emerging technologies – blockchain, AI etc. – for all-round child development and foster care.

In phase one, it involves developing a platform to cater to the needs of orphanages and foster care homes in Indonesia and demonstrate the use technology to link such institutions as part of a network to other actors, such as, donors, vendors, service providers and to improve and automate specific processes for enhancing efficiency and impact .

Deliverance is under development as a use case of the Benevolence initiative that aims to rejuvenate the Islamic endowment (Waqf) sector in countries, such as, India and Indonesia.

 It undertakes a process of verification and validation of the existing data on waqf assets through voluntary action by members of the community and preserves the validated database on blockchain. Deliverance in the next phase would host a dedicated crowdfund for “selected” waqf development projects.

This product currently under development combines a blockchain based platform with RFID tagging (designed to be both tamper and theft-proof) to ensure provenance of the sacrificial animals for the annual festival of Eid al-Adha. 

The product also includes a Qurbani-Linked-Sukuk (QLS) token for raising funds from investors and waqf contributors worldwide to scale up and widen the portfolio of livestock that undergo the process of augmenting value. The QLS tokens of two types involve smart contracts based on fixed-term mudharabah muqayyadah (restricted mudarabah) and temporary waqf respectively. 

Provenance of livestock via a digital system also opens the door to develop new use cases enabling farmers to unlock the value of their livestock for insurance and collateralizable loans.

Project Benevolence seeks to mainstream and institutionalize charitable and benevolent action (Sadaqah) – contribution of Efforts (SE) and of Assets (SA) – through its objective measurement and conversion into tokens of value or social cryptos called IBFs

It uses Algorand blockchain protocol to build an integrated platform for SA and SE with a view to enhancing the efficiency and effectivensess of the twin processes of mobilization and allocation of the scarce sadaqah or “benevolence-driven” resources. The first use case under this framework to go onstream is a plaform to facilitate Qard al-Hasan (Benevolent Loan).

Recurrence is a blockchain-based platform under development for Relationship-Based Transactions (RBT) in the Islamic framework based on original in-house research at IBF Net.

The Platform is being developed with support from the Tezos Foundation at varying levels of complexity – (1) for micro-charity recurring payments (2) for facilitating micro-trade for recurring and transparent transactions for halal businesses. Recurrence-I dealing with charity is now ready to be launched. Download the Concept Paper on Relationship-Based Transactions (RBTs) here.

IBFx is being designed to be the crypto currency of the virtual Islamic Business and Finance Network. During the process of building up the virtual network, IBFx serves as a closed-loop virtual currency used for payment in intra-network transactions. 

IBF Net is currently implementing a range of programs and activities that will facilitate exchange of values in addition to ideas, views and throughts among members, This is expected to lead to a steady increase in volume of transactions, and enhancement in the “intrinsic value” of the currency. Given the closed-loop nature, the currency will contrinue to be unregulated. 

At a cut-off level of fundamental value, expected to materialize in 2022-23, IBFx would be converted to a regulated open crypto.